Langsung ke konten utama

Jilbab dengan segala keindahannya, dan kemampuannya memanusiakan manusia


 Dulu ketika diriku masih muda dan tentunya juga masih lajang, tidak jarang kadang angan-anganku melayang membayangkan seorang bidadari dengan penampilannya yang anggun terbungkus sebuah pakaian lengkap dengan penutup kepalanya yang syar'i yang menambah kesan agamis dan yang paling terlihat adalah wujud dari ketaatannya serta keshalihannya akan perintah untuk menutup auratnya,  dan itu adalah impian yang sangat lumrah bagi seorang laki2 yang jauh dari kesempurnaan, karena tidak satupun penjahat yang rela beristrikan penjahat, dan itu adalah fitrah manusia, semua pasti berharap kebaikan disetiap kehidupannya.
    Namun dalam perjalanan usiaku justru aku disadarkan dengan sebuah kata-kata "memanusiakan manusia" yang menurutku sangat masuk akal jika dihadapkan dengan masalah penutup kepala yang kadang menjadi sebuah polemik dikalangan para pemuda bahkan ulama. memang kita tahu bahwa Jilbab adalah kewajiban bagi setiap muslimah, dan harus ditunaikan. tetapi ada hal yang lebih jauh daripada itu yang berkaitan dengan kata-kata yang saya sampaikan sebelumnya, yang pada akhirnya membuat diriku memiliki sudut pandang lain tentang perintah berjilbab.

    Mungkin bagi sebagian orang yang beraliran moderat akan sangat setuju dengan jalan pikiranku, tetapi bagi mereka yang terbilang radikal mungkin akan sangat tidak setuju. anggap saja ini hanya sebuah pandangan manusia awam yang jauh dari keilmuan. 

    Pertama jika kita pahami maksud dan tujuan dari Jilbab adalah sarana untuk melindungi kaum hawa dari penglihatan lawan jenis yakni kaum adam. namun dalam hal ini tidak bisa digeneralisir bahwa pandangan kaum adam akan selalu sama dengan pandangan yang disertai dengan nafsu. kita tau bahwa manusia selain diciptakan dengan unsur malaikat manusia juga diberikan unsur naluri yang berupa nafsu, dan nafsu ini cenderung bersifat hewani, maka ketika kita sudah mampu untuk memanusiakan manusia, insyaAllah semua anggapan tentang unsur2 hewan yang melekat pada diri manusia seketika itu juga akan sirna. selanjutnya kita paham bahwa pencapaian tertinggi seorang manusia adalah mampu mencapai derajat manusia itu sendiri tanpa dipengaruhi oleh nafsu dan lain - lainnya. sehingga ketika kita mampu memanusiakan manusia, mungkin disitulah pada akhirnya yang membuat sebagian kaum hawa untuk memilih tidak mengenakan penutup kepala yang kita sebut dengan "Jilbab"

    Terkadang kita harus mampu untuk menciptakan energi positif dengan semua prasangkaan baik kepada siapapun termasuk orang orang yang belum mampu untuk mengikuti perintah Tuhannya, yang pasti semua punya alasan masing2 ...karena yakin dan percaya Tuhan sangat besar Rahmatnya dibanding murkanya,....karena Tuhan Maha Pengasih dan Maha Penyayang.....

By Mas Her

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kuantitas tidak menjamin tercapainya tujuan

Sebelumnya saya sangat berterima kasih kepada Tuhan YME yang tidak henti-hentinya memberikan nikmat kepadaku, betapa merasa beruntungnya diriku menjadi manusia yang mampu merasakan kasih sayang Tuhan, dan saya pun yakin semua ini juga bukan hal yang tiba-tiba dan juga bukan karena kelebihan diriku namun semata-mata hanya atas karena perkenaannya, hanya karena ijinya sehingga diriku termasuk orang-orang yang mampu bersyukur, betapa besar kasihMu yang tak pernah melupakanku dalam setiap detik waktuku meskipun tidak jarang diriku lupa dan mengabaikanMu, "My GOD you are the real, truly GOD of me" without You i am Nothing" please guiding me and protect me all the time i have.          Kebahagiaan, kepuasan, dan kemuliaan adalah tujuan kehidupan dari mayoritas manusia yang hidup di dunia, bahkan tidak sedikit dari mereka yang berusaha untuk mendapatkannya dengan berbagai macam cara, parahnya cara-cara yang tidak dilegalkan pun menjadi alternatif pilihannya, 

Nasehat Orang tua

Beruntunglah bagi orang-orang yang telah diberikan hidayah untuk senantiasa mengenal dan mendalami Islam sebagai agamanya, terlebih bagi orang-orang terpilih yang sedari awal ditakdirkan oleh Allah menjadi bagian dari islam, dia sejak lahir sudah dilahirkan dan berasal dari keluarga muslim, karena itulah anugerah dari Tuhan, tentu menjadi anak siapa adalah diluar kehendak atau kemampuan manusia, maka hendaknya disyukuri jika kita telah berada di jalan yang sudah tepat, sehingga tak perlu lagi berjuang cukup keras untuk menjemput hidayahnya, meskipun demikian modal hanyalah modal namun berkembang dan tidaknya, keyakinan tetap membutuhkan perjuangan supaya tetap terpelihara dengan baik.  . Jika berbicaya masalah pemeliharaan tingkat keimanan mungkin akan kita bahas pada kesempatan berikutnya, pada kesempatan kali ini saya ingin menulis, lebih jelasnya yaitu mengabadikan memori saya melalui aktivitas baca, yang sangat disayangkan jika memori itu lewat begitu saja, sehingga kali ini ke...

Chit chat

Tulisan ini saya awali dari sebuah aktivitas kecil yang mungkin semua orang pernah menjalaninya, sebut saja aktivitas ngobrol yg hampir semua orang lakukan ketika mereka memiliki waktu luang diluar rutinitasnya, Ngobrol ini bagi sebagian orang diterjemahkan sebagai sebuah kebutuhan entah itu kebutuhan sosialisasi, kebutuhan aktualisasi, sampai dengan kebutuhan saling bertukar informasi, paling tidak ngobrol bisa dijadikan sarana curhat untuk mengurangi beban pikiran ....cieee...curhat ne yeee.....!!! bahkan ada juga yang berhasil membuat sebuah terminologi baru dari aktivitas ngobrol ini, dan saya jamin ga bakal ketemu dikamus manapun artinya "theng-theng crit"  (istilah itu di adopsi dari kalimat thenguk-thenguk Crito, dalam bahasa indonesia kurang lebihnya dapat diartikan nongkrong-nongkrong sambil bercerita)...hehhe, ya begitulah kreativitas kaum theng-theng crit, tanpa mengenal batas, selalu menjadi yg terdepan dalam berkarya...karya ngarang2...wkwkwkw, yg jelas tidak sem...