Langsung ke konten utama

Cerpen dengan Judul " Sang Mujur" by Mas Her

Terdengarlah suara keramaian dari sebuah track jogging, yang kerap digunakan oleh para pegawai instansi-instansi militer disekitarnya, ternyata banyak sekali para pejuang-pejuang sehat yg menyempatkan kesempatan olahraga untuk sekedar jalan kaki bahkan tdk sedikit yg berlarian sambil mendengarkan alunan musik Mp3 lewat headset yg menempel ditelinga, Tidak disangka lewatlah seseorang dgn penampilan yg sederhana dgn mengenakan training berwarna ungu lengkap dengan sepatunya yg terlihat sdh tdk baru lagi, sebut saja namanya Pak Nur, orang bilang beliau adalah perwira senior yg sudah malang melintang didunia kemiliteran khususnya TNI AD, sdh banyak asam garam yg beliau dapatkan, Jika boleh digambarkan dgn kata hiperbola beliau ini seorang "Maha Guru" dibidang perdinasan militer TNI AD.

.

.

"Selamat pagi bapak" sapa seorang pemuda yg tak sengaja berjumpa dengannya ketika sedang melintas, "wooo.....kamu disini to, dimana sekarang?" tanya pak nur dengan wajah penasaran dan seolah sdh tampak akrab dgn sang pemuda tersebut yg sdh tdk tampak muda.. 😁😁😁, dengan wajah berseri seri dan sedikit bersemangat sang pemuda itu menjelaskan singkat hingga smpai dirinya berada dan bisa seperti sekarang, "hmmmm ..begitu to, y udah selamat yah....mudah2an sukses" dengan sedikit senyuman pak Nur memberikan responnya.

.

Singkatnya terjadilah komunikasi antara pak nur dan pemuda ini yang ternyata keduanya pernah memiliki sejarah pernah dipertemukan dalam sebuah kesempatan tugas, selanjutnya seperti mengalir begitu saja cerita demi cerita berlanjut, dari cerita jaman belum jadi siapa-siapa menjadi siapa yg kemudian banyak dikerubuti oleh orang-orang yang seolah merindukan uluran tangannya ibarat "dimana ada semut disitu ada gula", 🤣🙏, 

dari cara berbicaranya memang Pak Nur ini tergolong org yg ramah dan rendah hati, hal ini terungkap dari cerita2 beliau, dimana tdk sedikit org org bahkan pejabat tinggi yg perhatian kepadanya hingga sampai detik ini,

.


sampai pada akhirnya dengan rasa penasaran sang pemuda bertanya "Ijin mohon maaf bapak bagaimana kuncinya biar bisa seperti bapak?" dengan sedikit menghela napas panjang Pak Nur menjawab "Intinya dari dulu saya tuh selalu berbuat baik kepada siapapun bahkan junior sekalipun, bukan karena dapat apa tapi perbuatan baik itu cukup dilakukan dan selesai,...jangan pernah berpikir dapat imbalan dan lain sebagainya" dia sampaikan dengan cukup berapi api "sampai-sampai dulu saya jadi koordinar para junior2 saya" sambungnya.

.

.

Wajar jika Pak Nur banyak bercerita karena memang beliau org yg nampak sederhana, namun banyak sekali isinya, hal ini terbukti dari posisinya sekarang dan juga track recordnya yg tdk bisa dipandang sebelah mata..

.

 

.

Mudah2an Pelajaran Pak Nur memberikan pelajaran tersendiri bagi para generasi muda  😁🙏🙏🙏


"Selamat membaca"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kuantitas tidak menjamin tercapainya tujuan

Sebelumnya saya sangat berterima kasih kepada Tuhan YME yang tidak henti-hentinya memberikan nikmat kepadaku, betapa merasa beruntungnya diriku menjadi manusia yang mampu merasakan kasih sayang Tuhan, dan saya pun yakin semua ini juga bukan hal yang tiba-tiba dan juga bukan karena kelebihan diriku namun semata-mata hanya atas karena perkenaannya, hanya karena ijinya sehingga diriku termasuk orang-orang yang mampu bersyukur, betapa besar kasihMu yang tak pernah melupakanku dalam setiap detik waktuku meskipun tidak jarang diriku lupa dan mengabaikanMu, "My GOD you are the real, truly GOD of me" without You i am Nothing" please guiding me and protect me all the time i have.          Kebahagiaan, kepuasan, dan kemuliaan adalah tujuan kehidupan dari mayoritas manusia yang hidup di dunia, bahkan tidak sedikit dari mereka yang berusaha untuk mendapatkannya dengan berbagai macam cara, parahnya cara-cara yang tidak dilegalkan pun menjadi alternatif pilihannya, 

Nasehat Orang tua

Beruntunglah bagi orang-orang yang telah diberikan hidayah untuk senantiasa mengenal dan mendalami Islam sebagai agamanya, terlebih bagi orang-orang terpilih yang sedari awal ditakdirkan oleh Allah menjadi bagian dari islam, dia sejak lahir sudah dilahirkan dan berasal dari keluarga muslim, karena itulah anugerah dari Tuhan, tentu menjadi anak siapa adalah diluar kehendak atau kemampuan manusia, maka hendaknya disyukuri jika kita telah berada di jalan yang sudah tepat, sehingga tak perlu lagi berjuang cukup keras untuk menjemput hidayahnya, meskipun demikian modal hanyalah modal namun berkembang dan tidaknya, keyakinan tetap membutuhkan perjuangan supaya tetap terpelihara dengan baik.  . Jika berbicaya masalah pemeliharaan tingkat keimanan mungkin akan kita bahas pada kesempatan berikutnya, pada kesempatan kali ini saya ingin menulis, lebih jelasnya yaitu mengabadikan memori saya melalui aktivitas baca, yang sangat disayangkan jika memori itu lewat begitu saja, sehingga kali ini ke...

Chit chat

Tulisan ini saya awali dari sebuah aktivitas kecil yang mungkin semua orang pernah menjalaninya, sebut saja aktivitas ngobrol yg hampir semua orang lakukan ketika mereka memiliki waktu luang diluar rutinitasnya, Ngobrol ini bagi sebagian orang diterjemahkan sebagai sebuah kebutuhan entah itu kebutuhan sosialisasi, kebutuhan aktualisasi, sampai dengan kebutuhan saling bertukar informasi, paling tidak ngobrol bisa dijadikan sarana curhat untuk mengurangi beban pikiran ....cieee...curhat ne yeee.....!!! bahkan ada juga yang berhasil membuat sebuah terminologi baru dari aktivitas ngobrol ini, dan saya jamin ga bakal ketemu dikamus manapun artinya "theng-theng crit"  (istilah itu di adopsi dari kalimat thenguk-thenguk Crito, dalam bahasa indonesia kurang lebihnya dapat diartikan nongkrong-nongkrong sambil bercerita)...hehhe, ya begitulah kreativitas kaum theng-theng crit, tanpa mengenal batas, selalu menjadi yg terdepan dalam berkarya...karya ngarang2...wkwkwkw, yg jelas tidak sem...