Pagi ini saya sempatkan untuk membuka kitab pedoman umat manusia yang hidup di alam semesta ini, sayangnya tidak banyak yang menyadarinya,
syukur alhamdulillah saya panjatkan kehadirat Allah yang telah menganugerahkan nikmat yang sangat luar biasa berupa iman dan islam yang sampai detik ini, insyaAllah sampai dengan kapanpun bahkan hingga diakherat kelak.
Dengan nikmat inilah sehingga saya mampu menjadikan kitab suci Alqur'an sebagai satu2nya the most guided book for living in the world, sekali lagi alhamdulillah dan terima kasih ya Allah.
Namun sebagai orang awam saya sadar bahwa untuk membacanya tidak cukup dengan tafsir atau pemahaman berdasarkan apa yang saya rasakan atau mengerti, terlebih jika saya bukan termasuk salah satu orang yang memang mendalami disiplin ilmu tersebut, tentu saya membutuhkan referensi lain dari orang-orang yang berkompeten dalam bidangnya sebut saja ahli tafsir. Dan dapat dipastikan pasti banyak sekali pertanyaan yang akan timbul selama membaca firman-firman Allah SWT yang dirangkum dalam sebuah kitab yang kita namakan dengan AL'Qur'an.
Setelah melewati beberapa kalimat terjemahan, pada akhirnya saya terhenti pada sebuah ayat QS AL Hajj yaitu QS. AL Hajj ayat 52 yang artinya adalah " Dan Kami tidak mengutus seorang rasul dan tidak (pula) seorang nabi sebelum engkau (Muhammad), mela-inkan apabila dia mempunyai suatu keinginan, setan pun memasukkan godaan-godaan ke dalam keinginannya itu. Tetapi Allah menghilangkan apa yang dimasukkan setan itu, dan Allah akan menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana"
sempat terhenti beberapa saat untuk memahaminya, namun tidak kunjung datang pemahaman saya tentang ayat tersebut, kemudian dengan sedikit agak penasaran saya mencoba untuk mengumpulkan referensi melalui data open source, maklum sumber yang sangat mungkin dapat diakses dengan cepat dan mudah. setelah beberapa menit saya temukan beberapa tafsir sebagai berikut:
yang pertama tafsir jalalayn sbb:
(Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasul pun) rasul adalah seorang nabi yang diperintahkan untuk menyampaikan wahyu (dan tidak pula seorang nabi) yaitu orang yang diberi wahyu akan tetapi tidak diperintahkan untuk menyampaikannya (melainkan apabila ia membaca) membacakan Alquran (setan pun, memasukkan godaan-godaan terhadap bacaannya itu) membisikkan apa-apa yang bukan Alquran dan disukai oleh orang-orang yang ia diutus kepada mereka. Sehubungan dengan hal ini Nabi saw. pernah mengatakan setelah beliau membacakan surah An-Najm, yaitu sesudah firman-Nya, "Maka apakah patut kalian (hai orang-orang musyrik) menganggap Lata, Uzza dan Manat yang ketiganya..." (Q.S. An-Najm, 19-2O) lalu beliau mengatakan, "Bintang-bintang yang ada di langit yang tinggi itu, sesungguhnya manfaatnya dapat diharapkan". Orang-orang musyrik yang ada di hadapan Nabi saw. kala itu merasa gembira mendengarnya. Hal ini dilakukan oleh Nabi saw. di hadapan mereka, dan sewaktu Nabi saw. membacakan ayat di atas lalu setan meniupkan godaan kepada lisan Nabi saw. tanpa ia sadari, sehingga keluarlah perkataan itu dari lisannya. Maka malaikat Jibril memberitahukan kepadanya apa yang telah ditiupkan oleh setan terhadap lisannya itu, lalu Nabi saw. merasa berduka cita atas peristiwa itu. Hati Nabi saw. menjadi terhibur kembali setelah turunnya ayat berikut ini, ("Allah menghilangkan) membatalkan (apa yang ditiupkan oleh setan itu, dan Dia menguatkan ayat-ayat-Nya) memantapkannya. (Dan Allah Maha Mengetahui) apa yang telah dilancarkan oleh setan tadi (lagi Maha Bijaksana) di dalam memberikan kesempatan kepada setan untuk dapat meniupkan godaannya kepada Nabi saw. Dia berbuat apa saja yang dikehendaki-Nya.
yang kedua tafsir Quraish Shihab sbb:
Janganlah kamu bersedih, wahai Muhammad, mendapati perlakuan orang-orang kafir itu! Sebelum kamu pun, setiap kali seorang rasul atau seorang nabi membacakan sesuatu untuk mengajak mereka kepada kebenaran, semua rasul itu dihalangi oleh setan-setan manusia yang membangkang. Setan-setan itu bermaksud untuk menggagalkan dakwah, membuat keragu-raguan dalam sesuatu yang dibacakan itu, dan akhirnya membuat seruan nabi atau rasul itu tidak ada harapan untuk dipenuhi. Tetapi Allah menggagalkan rencana mereka itu, dan kemenangan pun, akhirnya, berada di pihak kebenaran. Allah telah mengokohkan syariat dan menolong rasul-Nya. Dia yang Mahatahu akan keadaan dan tipu daya manusia lagi Mahabijaksana untuk meletakkan segala sesuatu pada tempatnya.
Dari tafsir diatas memberikan pelajaran kepada kita bahwa pentingnya untuk menyerahkan urusan kepada ahlinya, terlebih jika kita awam sekali tentang disiplin ilmunya, sehingga kita membutuhkan ahli untuk mendapatkan hasil yang sempurna, meskipun kesempurnaan hanya milik Allah tetapi setidaknya jangan terlalu jauh menyimpang dari garis yang telah ditetapkan.
selanjutnya saya lanjutkan penelusuran saya dan kemudian saya temukan sebuah perumpamaan tentang makhluk ciptaan Allah, dimana tidak ada satupun di alam semesta ini yang mampu menciptakan hewan kecil berupa lalat sekalipun, seketika memicu keingintahuan saya tentang lalat, kenapa harus lalat yang menjadi perumpaannya, ada apa dengan lalat, lalu saya mencoba untuk mencari tahu apa kelebihan lalat dibandingkan dengan hewan-hewan ciptaan ALlah yang lainnya. lagi-lagi open source sebagai rujukan tempat saya bertanya, sebut saja mbah google....hehe
Hasil penelusuran saya tentang Lalat sbb:
Lalat memiliki kemampuan bermanuver luar biasa yang tidak sanggup ditandingi oleh kapal perang terbesar dan tercanggih sekalipun. Ia mampu terbang dengan cepat untuk makhluk seukuran tubuhnya. Ia mampu berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan gesit. Lalat memiliki kepandaian merubah arah secara cepat saat terbang. Oleh karena itu begitu ssulit menebak arah terbang lalat. Kemampuan terbangnya sangat ajaib. Per detiknya, ia mampu mengepakkan sayap 200 hingga 400 kali, Lalat juga dikenal sebagai serangga yang cepat perpindahannya. Jika hari ini ia berada di meja makan kita, maka pada hari kedua ia mampu berada di tempat sejauh 10 kilometer. Setiap sepuluh hari, ia mampu melahirkan generasi atau lalat dewasa.jumlah sarafnya yang menyerupai jumlah saraf yang ada pada manusia. Kemudian matanya sangat kuat, dan penglihatannya sangat tajam. Ia juga memiliki daya tangkap yang sangat tinggi. Uniknya, ia juga bisa marah besar bila terancam bahaya. Ia pun bisa belajar dan merasakan rasa sakit. Uniknya lagi, ia memiliki daya ingat cukup baik. lalat juga memiliki lebih dari 100 ribu jenis. Salah satunya adalah lalat pemangsa. Ada pula jenis lalat seperti lebah yang menghisap madu atau minuman manis. Ada pula jenis lalat yang membuat buah seperti arak.
kemudian saya menemukan sebuah untaian kalimat, yang menurut saya, seringkali saya jumpai ketika saya membaca terjemahan AL Qur'an, kalimat selalu terangkai urut dan tidak pernah sekalipun berubah urutannya dan konsisten kalimatnya. QS AL Mulk ayat 23 " Katakanlah, “Dialah yang menciptakan kamu dan menjadikan pendengaran, penglihatan dan hati nurani bagi kamu. (Tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur".
Maka saya bertanya -tanya kenapa selalu berurutan apa maknanya, lagi-lagi saya harus browsing lagi untuk menjawab pertanyaan dalam hati saya, dan hasilnya sangat mengejutkan ternyata:
'perkembangan Panca indera manusia diawali dari berkembangnya fungsi pendengaran terlebih dahulu baru diikuti dengan indera penglihatan, begitu juga dengan hatinya akan berkembang setelah manusia itu berkembang utuh menjadi seorang manusia, apakah manusia itu memiliki hati nurani atau justru sebaliknya
Demikianlah sedikit renungan pagi yang menjadi rutinitas saya, semoga catatan ini bermanfaat khususnya bagi diri saya sendiri.
Komentar
Posting Komentar