seperti biasa, saya mencoba untuk membiasakan diri untuk membaca sesuatu yang bermanfaat bagi diri saya, awalnya sempat bingung mau baca apa, tetapi setelah bergerilya beberapa saat jatuhlah pilihan pada sebuah buku yang menjadi pedoman hidup setiap muslim, dan parahhnya letaknya tak jauh dari mata saya tetapi selalu cenderung diabaikan. tapi mungkin hari ini kebetulan bertepatan dengan hari jumat setidaknya mempengaruhi kejernihan hati dan pikiran saya untuk memilih alquran sebagai menu bacaan saya siang ini, yang pasti tidak mungkin akan sia-sia, dan tentu saja karena asalnya dari Tuhan pencipta seluruh alam semesta ini, cuman terkadang kita sebagai makhluk ciptaannya seringkali melupakan hakekat penciptaan sebagai makhluk Tuhan yang tidak punya daya dan kekuatan.
selanjutnya, langsung saja saya mulai dengan membaca kalimat demi kalimat yang terdapat dalam QS Maryam, pertama, sebagai pendahuluan surat, disajikanlah sebuah kisah nabi Zakaria yang khawatir tentang penerusnya, mengingat pada usianya yang sudah cukup tua, beliau belum juga dikarunia seorang anak sebagai penerus sepeninggalnya, belum lagi ditambah kondisi istrinya yang tidak memungkinkan lagi untuk memiliki anak, dikarenakan mandul, tapi pada akhirnya atas kehendakNya, nabi Zakaria kemudian dikarunia seorang anak dan juga seorang nabi yaitu nabi Yahya
berikutnya disusul dengan kisah seorang wanita suci bernama Mariyam yang dianugerahi seorang anak tanpa disentuh oleh seorang laki-laki sekalipun, bahkan sampai terjadi dialog yang mempertanyakan bagaimana proses kehamilan itu akan terjadi tanpa ada seorang lelaki yang menyentuhnya, dan dijawab oleh Allah bahwa hal itu sangat mudah, dari dua cerita diatas, saya mencoba untuk menggali pemahaman melalui akal pikiran yang telah menjadi karunia Allah. pertama manusia tidak lebih adalah ciptaan Tuhan yang penuh dengan keterbatasan, dan hanya diberikan pengetahuan sebatas apa yang dikehendaki oleh Allah, jangankan proses kebangkitan manusia, untuk memahami konsep yang diluar kelaziman tidak akan pernah mampu. sehingga wajar jika ada pertanyaan yang kemudian menjadi tanda tanya didalam kepala manusia terhadap setiap kejadian diluar nalar. kedua dari sudut pandang Ilahiah bahwa untuk menciptakan atau membuat sesuatu dari tidak ada menjadi ada, atau bahkan membuat normal menjadi tidak normal ataupun sebaliknya adalah hal yang sangat mudah bagi Allah cukup "Jadilah" maka semua akan terjadi meskipun tidak masuk dalam akal pikiran kita. yang kita butuhkan hanya percaya dan mengimaninya sehingga frekwensi kita setidaknya mendekati frekwensi ilahiah yang mampu merasakan kekuatan diluar diri kita, hal tersebut ditunjukan dalam cerita nabi zakaria yang dengan kehendak Allah tidak dapat berbicara selama 3 hari sebagai pertanda meskipun beliau dalam keadaan sehat walafiat.
Iman atau kepercayaan atau keyakinan bukan berarti buta, karena justru kebutaan itu diawali dengan ketidakimanan, maka selamanya hatinya akan dibutakan bahkan dimatikan oleh Allah SWT. dalam beberapa kesempatan seringkali kita mendengar bahwa antara agama dengan akal sangatlah berbeda, mungkin saja ada benarnya tetapi tidak selamanya benar, karena bagi saya dua hal itu tidak dapat dipisahkan, karena hakekat ketuhanan merupakan olah yudha dari akal dan logika, bahkan ddijelaskan secara lugas bahwa carilah Tuhan dari dirimu sendiri, artinya ketika kita mengenal diri kita maka kita akan mengenal Tuhan kita, dalam surat Maryam juga dijelaskan tentang kisah Nabi Ibrahim yang menasehati ayahnya yang merupakan penyembah berhala, disitu dijelaskan bahwa berhala yang disembah oleh ayahnya tak sedikitpun memberikan manfaat bagi kehidupan, bahkan mungkin banyak mudharatnya daripada manfaatnya, dan itu jelas adalah hasil olah yudha akal dan pikiran kita, belum lagi kalo kita melihat dan mempejalari bagaimana tubuh ini bekerja, dan itu bukan sebuah kebetulan tetapi ada kekuatan yang mampu mengendalikan sistem yang amat sangat kompleks, sehingga melahirkan sebuah sistem tubuh yang sangat sempurna.
Lalu bagaimana dengan hal yang diluar akal pikiran, sebut saja hal ghaib, bagaimana penjelasannya, pada dasarnya ilmu pengetahuan manusia sangatlah terbatas, hal inilah yang pertama kali harus ditanamkan dalam diri kita, artinya tidak semua hal yang berkaitan dengan Ketuhanan mampu kita cerna dan kita pahami berdasarkan versi logika kita, sebagai contoh sampai dengan saat ini belum ada yang dapat menjelaskan fenomena ruh secara sains, meskipun demikian hal tersebut ada dan nyata. sehingga ada konsep berpikir yang bijak untuk memahaminya, yang pertama untuk mendapatkan pemahaman tersebut khususnya untuk permasalahan-permasalahan yang diluar nalar, terlebih dahulu kita harus mampu memahami konsep ketuhanan berdasarkan konsep logika, sehingga jika hal tersebut sudah mampu kita capai baru kita masuk pada level berikutnya yaitu upaya untuk memahami hal-hal yang ada diluar nalar kita, namun pada prinsipnya konsep ketuhanan yang dibangun harus berdasarkan konsep berpikir logika yang jernih dan sehat, karena pada dasarnya manusia dilahirkan di dunia dengan fitrah ketuhanan yang sempurna.
sebagai penutup dari tulisan ini, memang dalam surat Maryam yang saya baca masih ada beberapa hal lain yang disampaikan dalam surat tersebut seperti sedikit kisah-kisah nabi yang lain, musa, ismail, dan juga bantahan tentang tuduhan bahwa Allah memiliki seorang Anak, tetapi pada dasarnya hal yang menjadi unek-unek dalam pikiran saya setidaknya sudah bisa saya tuangkan dalam sedikit kutipan ini, dan yang paling penting ini semua adalah catatan bagi diri saya sendiri, sekaligus pengingat diri saya dikemudian hari.
Jumat, 17 Februari 2023
Komentar
Posting Komentar