Langsung ke konten utama

SESUAI PORSINYA

SESUAI PORSINYA
 

    Ini sebuah cerita yang tergolong agak kocak meskipun kurang lucu, karena dibilang lucu bukan komedi, dibilang tidak lucu hampir mirip dengan komedi,....bentar saya tak ketawa dulu,...hahahaha, maklum hampir setiap saya membayangkan kejadian tersebut, sontak seluruh jiwa raga saya mengajak sesaat untuk tertawa,...ntah menertawakan diri saya sendiri atau mentertawakan yang sedang terjadi, singkat kata kejadian ini adalah hiburan bagi saya,...dan saya mendoakan mudah2an semua tokoh yang berada dalam cerita ini selalu diberikan keberkahan, kesehatan dan tentunya panjang umur serta yang paling utama selalu diberikan kesuksesan dimanapun bertugas dan berada, AAmiin YRA.

    Sebut saja senior saya ini dengan sebutan senior terbaiklah, maklum g enak menggunakan inisial apalagi nama terang, hehehe, sepertinya tidak pantas ,....cukup saya dan saksi mata saja yang paham siapa sebenarnya tokoh utama dibalik cerita ini.....

    Sore itu, seperti biasa aktivitas tambahan yang sering kita lakukan, sepulang kantor selalu menyempatkan diri untuk sekedar pemanasan, itung-itung bakar kalori sekalian cari keringet. Kurang lebih sekitar 3 sampai dengan 4 orang yang kebetulan berada ditempat yang sama dan juga punya niat yang sama pula untuk menyempatkan berkunjung ketempat fitness sebagai aktivitas tambahan sepulang jam kantor. Ternyata tak ketinggalan senior terbaik juga memiliki jadwal yang sama dan akhirnya kita berada dalam area tempat fitness yang sama yang memang merupakan sarana yang disiapkan oleh kantor bagi kami semua penghuni kantor. 

    Selanjutnya kita memulai aktivitas masing-masing sesuai dengan jenis kegiatan fitnes yang digemari, ada yang treadmil, ada yang bersepeda statis, ada pula yang hanya sekedar angkat-angkat beban, tidak ketinggalan senior terbaik yang memilih alat treadmil, namun treadmil yang dia pilih sangat berbeda dengan orang kebanyakan yang cenderung memilih treadmil elektrik, bagi senior terbaik elektrik kurang menantang dibanding treadmil manual....hehe, maklum berjiwa militansi tinggi. Tak lama temen saya nyeletuk "suh mainkan musiknya donk" memang sebelumnya tak satupun ada bunyi2an dan terkesan sepi seperti kuburan. "Sorry aku g bawa hp, hp ketinggalan dirumah" jawabku, yang berakibat suasana masih belum pecah dan masih tetap sunyi sepi tanpa instrumen sedikitpun, hanya bunyi deru nafas yang sesekali tersengal-sengal. Tak disangka ternyata senior terbaik saya ini menyadari ketidaknyamanan suasana Gym yang kurang ada sentuhan kehidupan, tanpa berpikir panjang diraihnya remote TV yang tak jauh dari posisinya, dengan berbagai upaya dia kerahkan dari menghitung berapa kudut kemiringan, sudut deviasi bahkan mungkin rumus berat jenis TV pun tak luput dari upayanya, namun tak satupun usaha yang mampu menghidupkan TV tersebut. Setelah dipencet tombolnya dari A sd Z tak juga menunjukkan hasil yang signifikan. Sampai pada akhirnya sampailah pada titik nadzir, titik kulminasi yang mengakibatkan ketidaksanggupannya untuk melanjutkan usahanya dalam rangka memunculkan suara-suara indah,...hehehehe, maklum memang senior terbaik saya ini bukanlah seorang teknisi,....yang mampu memperhitungkan secara detail teknis sebuah alat peralatan, namun tanpa beliau ini tidak akan pernah ada alat peralatan dan perlengkapan yang akan bisa dihadirkan untuk mendukung setiap kegiatan. Jadi ya sudahlah,................................wkwkwkwkwkwkwkwk

    Tak berselang lama menunggu musik yang tak kunjung berbunyi, kawan disebelahku yang dari tadi merindukan alunan musik selama beraktivitas berniat untuk mencoba menghidupkan TV, dengan harapan mucul suara musik yang menghibur. meskipun dia sudah berusaha menunggu dengan sabar, namun pada akhirnya dia harus turun dan langsung memberikan sentuhan-sentuhannya pada alat tersebut, namun tidak bisa dipercaya tanpa harus menunggu lama alunan musicpun berbunyi dan bisa dinikmati seketika itu juga terutama oleh pengunjung Gym pada sore itu. 

    "Bang, abang orang Litbang ya bang, pantes abang pegang langsung bisa bunyi...hihihihihi" Ujar spontan dari salah satu pengunjung yang lain yang kebetulan sedang beraktivitas,...."heheheheh"...ketawanya lirih.  Yang kemudia saya sambut dengan tawa yang tak terbendung, meskipun dalam hati ingin menahan tapi apa daya tak kuasa untuk menahannya, jadi mohon dimaklumin bukan maksud hati tapi dorongan kejadian dan momen yang tidak akan pernah terulang. 

    Dari kejadian tersebut mengajarkan kepada saya bahwa semua ada pakemnya dan ada bagiannya "Ibarat sebuah nasehat bahwa jika sesuatu ditangani yang bukan ahlinya maka siap2lah untuk hancur",..hehehehehehe, jadi pelajaranya adalah kerjakan sesuatu sesuai dengan porsinya.


Terima kasih telah meluangkan waktunya untuk sekedar membaca tulisan yang tidak ada artinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kuantitas tidak menjamin tercapainya tujuan

Sebelumnya saya sangat berterima kasih kepada Tuhan YME yang tidak henti-hentinya memberikan nikmat kepadaku, betapa merasa beruntungnya diriku menjadi manusia yang mampu merasakan kasih sayang Tuhan, dan saya pun yakin semua ini juga bukan hal yang tiba-tiba dan juga bukan karena kelebihan diriku namun semata-mata hanya atas karena perkenaannya, hanya karena ijinya sehingga diriku termasuk orang-orang yang mampu bersyukur, betapa besar kasihMu yang tak pernah melupakanku dalam setiap detik waktuku meskipun tidak jarang diriku lupa dan mengabaikanMu, "My GOD you are the real, truly GOD of me" without You i am Nothing" please guiding me and protect me all the time i have.          Kebahagiaan, kepuasan, dan kemuliaan adalah tujuan kehidupan dari mayoritas manusia yang hidup di dunia, bahkan tidak sedikit dari mereka yang berusaha untuk mendapatkannya dengan berbagai macam cara, parahnya cara-cara yang tidak dilegalkan pun menjadi alternatif pilihannya, 

Nasehat Orang tua

Beruntunglah bagi orang-orang yang telah diberikan hidayah untuk senantiasa mengenal dan mendalami Islam sebagai agamanya, terlebih bagi orang-orang terpilih yang sedari awal ditakdirkan oleh Allah menjadi bagian dari islam, dia sejak lahir sudah dilahirkan dan berasal dari keluarga muslim, karena itulah anugerah dari Tuhan, tentu menjadi anak siapa adalah diluar kehendak atau kemampuan manusia, maka hendaknya disyukuri jika kita telah berada di jalan yang sudah tepat, sehingga tak perlu lagi berjuang cukup keras untuk menjemput hidayahnya, meskipun demikian modal hanyalah modal namun berkembang dan tidaknya, keyakinan tetap membutuhkan perjuangan supaya tetap terpelihara dengan baik.  . Jika berbicaya masalah pemeliharaan tingkat keimanan mungkin akan kita bahas pada kesempatan berikutnya, pada kesempatan kali ini saya ingin menulis, lebih jelasnya yaitu mengabadikan memori saya melalui aktivitas baca, yang sangat disayangkan jika memori itu lewat begitu saja, sehingga kali ini ke...

Chit chat

Tulisan ini saya awali dari sebuah aktivitas kecil yang mungkin semua orang pernah menjalaninya, sebut saja aktivitas ngobrol yg hampir semua orang lakukan ketika mereka memiliki waktu luang diluar rutinitasnya, Ngobrol ini bagi sebagian orang diterjemahkan sebagai sebuah kebutuhan entah itu kebutuhan sosialisasi, kebutuhan aktualisasi, sampai dengan kebutuhan saling bertukar informasi, paling tidak ngobrol bisa dijadikan sarana curhat untuk mengurangi beban pikiran ....cieee...curhat ne yeee.....!!! bahkan ada juga yang berhasil membuat sebuah terminologi baru dari aktivitas ngobrol ini, dan saya jamin ga bakal ketemu dikamus manapun artinya "theng-theng crit"  (istilah itu di adopsi dari kalimat thenguk-thenguk Crito, dalam bahasa indonesia kurang lebihnya dapat diartikan nongkrong-nongkrong sambil bercerita)...hehhe, ya begitulah kreativitas kaum theng-theng crit, tanpa mengenal batas, selalu menjadi yg terdepan dalam berkarya...karya ngarang2...wkwkwkw, yg jelas tidak sem...